Purwakarta, 2November 2026 - Guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat tata kelola lembaga yang akuntabel, jajaran pimpinan madrasah bersama tim pengajar menggelar rapat koordinasi strategis. Rapat ini merumuskan langkah operasional penanganan enam agenda vital madrasah, mulai dari penanaman karakter peserta didik hingga persiapan penilaian kinerja instansi.
Dalam pembukaannya, pihak manajemen menyoroti pentingnya penguatan pembiasaan sebelum belajar sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesiapan kognitif siswa. Melalui penerapan rutin Salat Dhuha berjamaah, Tadarus Al-Qur'an, program literasi 15 menit, serta penyambutan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), iklim sekolah terbukti menjadi lebih kondusif dan fokus belajar siswa meningkat.
Sejalan dengan penguatan karakter, Guru Bimbingan Konseling (BK) memaparkan laporan perkembangan murid menggunakan pendekatan Multi-Tiered System of Supports (MTSS). Laporan ini memetakan pencapaian akademik, dinamika sosio-emosional, serta tingkat kedisiplinan siswa untuk mengidentifikasi kebutuhan intervensi sejak dini dan mencegah potensi perundungan di lingkungan sekolah.
Menghadapi Asesmen Akhir Semester (AAS) yang kian dekat, rapat menyepakati pembentukan Tim Telaah Soal guna menjamin mutu naskah ujian. Soal-soal yang disusun dipastikan proporsional menguji tingkatan kognitif siswa—mulai dari Lower Order hingga Higher Order Thinking Skills (HOTS)—baik untuk ujian berbasis komputer (CBT) maupun kertas (PBT). Bagi siswa kelas 9, persiapan dilanjutkan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui pelaksanaan tes diagnostik, pengayaan klinik akademik, dan uji coba (try out) berkala.
Agenda penting lain yang menjadi fokus pembahasan adalah persiapan PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) dan EDM (Evaluasi Diri Madrasah). Tim Pengembang Madrasah diinstruksikan segera melengkapi indikator bukti fisik yang mencakup 5 Aspek Budaya Mutu EDM dan instrumen PKKM. Data evaluasi tersebut nantinya diintegrasikan langsung ke dalam platform digital e-RKAM untuk penyusunan anggaran dan program perbaikan yang tepat sasaran.
Sebagai penutup, rapat memantapkan manajemen operasional kegiatan wisata ziarah. Program kokurikuler yang mendukung pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) ini ditekankan pada pemenuhan kelayakan armada (ramp check), kepemilikan izin resmi, transparansi anggaran, serta pengawasan ketat keselamatan peserta didik di lapangan.
Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh tim kerja dapat bergerak secara sinergis dan terukur, sehingga seluruh agenda kegiatan lembaga dapat terlaksana dengan lancar dan berdaya guna tinggi bagi perkembangan peserta didik.